electrum

sangat "kecil" dan begitu "berharga"

Lombok: Mataram-Senggigi-Gili Islands

Selamat datang di pulau pesta

Selepas dari Sumbawa, kami tiba di Mataram, Lombok. Bus JTD tiba di pool-nya (daerah sekitaran bandara) sekitar jam 2 pagi. Dari situ, kami naik taksi untuk mencari penginapan di daerah Senggigi. Kami memutuskan menginap di Ray Hotel dengan tarif Rp 150.000 untuk kamar dengan 2 bed yang lumayan nyaman dan bersih. Sebelum beristirahat dengan tenang, kami masih sempat nongkrong di warung makanan pinggir jalan untuk sekedar mengisi perut.

Paginya kami sempatkan dulu ke Perama untuk reservasi tur ke Gili berhubung kami tidak mau repot dan hanya punya satu hari bebas keesokannya. Tragedi kurang menyenangkan di perairan Komodo membuat Perama memberikan voucher untuk saya gunakan di paket-paket tur lainnya. Ya lumayanlah. Saya hanya membayar Rp 150.000 dari harga paket Rp 250.000 untuk paket keliling 3 pulau Gili seharian. Dari Senggigi kami ke Mataram Mal untuk berkeliling dan menunggu teman yang tiba pagi itu dari Jakarta. Lumayan banyak kios di sekitaran mal yang menjajakan mutiara imitasi, kain-kain dan kaos sebagai suvenir Lombok. Selain itu, ada juga kios kerajinan kayu yang menjual banyak barang untuk pajangan di rumah. Bagus-bagus dan murah harganya. Read more »

23/11/2011 Posted by | the journeys | 1 Comment

Sumbawa Barat: Jelenga-Maluk-Sekongkang

Berkumpulnya pantai-pantai cantik yang tersembunyi

Sekitar jam 12 siang, kami menumpang bus dari Bima menuju Sumbawa Besar di timur Pulau Sumbawa. Yang tersisa hanyalah saya, Larry, Wim, Winny yang nantinya memisahkan diri di Sumbawa Besar, serta guide bang Riswadi, seorang temannya dan pasangan oma-opa Prancis yang langsung menuju Lombok. Perjalanan dari Bima ke Sumbawa Besar dengan jalan darat menghabiskan waktu sekitar 8 jam, menyisir bagian utara Pulau Sumbawa yang membentuk Teluk Saleh, melewati Dompu, Empang, Plampang, dan Lape. Jalan trans Sumbawa ini termasuk bagus dan lebar dengan beberapa perbaikan yang sedang dikerjakan sewaktu saya ke sana. Jalan tidak terlalu banyak berbelok dan dominan landai karena badan jalan yang berada di pantai.

Di Sumbawa Besar, kami menginap di Hotel Suci yang berada di Jalan Hasanuddin. Dengan Rp 100.000, saya mendapat kamar yang bagus dengan 2 single-bed dan kamar mandi di dalam. Malamnya, kami berempat menghabiskan waktu untuk makan dan mengobrol di RM Aneka Rasa Jaya. Sea-food nya bervariasi dan rasanya yang enak membuat saya bisa melupakan lelahnya perjalanan darat sehari tadi. Untuk satu porsi udang saos, nasi, jus buah, dan air mineral saya membayar Rp 50.000. Kami berempat mengobrol dan bertukar pikiran tentang apa saja. Harus saya akui, berada di kondisi ini (satu-satunya orang Indonesia, tuan rumah, dikelilingi 3 orang bule backpacker yang rasa penasarannya besar serta kepalanya dipenuhi pemikiran-pemikiran ideal ala Barat) kadang membuat saya malas mengungkapkan isi kepala. Sudah bisa dipastikan, yang paling banyak bertanya pasti mereka, mengapa disini begini mengapa disitu begitu dan sebagainya. Memang pertanyaan tak ditujukan langsung kepada saya dan saya tidah harus menjawab maupun mengklarifikasi, tetapi itu adalah jenis pertanyaan yang tidak bisa anda abaikan (jika anda orang Indonesia yang tidak ingin orang asing mempunyai persepsi keliru tentang negeri anda). Read more »

23/11/2011 Posted by | the journeys | Leave a Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.